Aceh Besar – Menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-13 tingkat Kemukiman Kueh Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Staf Ahli (Sahli) Bupati Aceh Besar Tgk Adi Darma SPd MPd, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan MTQ di tingkat kemukiman yang dinilainya sebagai upaya yang sangat baik dalam mensyiarkan keutamaan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengapresiasi penuh atas pelaksanaan MTQ tingkat kemukiman ini. Sejauh ini, kegiatan musabaqah tilawatil Qur’an di tingkat kemukiman belum banyak dilakukan di kecamatan lain. Namun, Alhamdulillah, di kecamatan ini, kegiatan MTQ di tingkat kemukiman dapat terlaksana dengan baik. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari masyarakat dalam membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya pada penutupan MTQ ke-13 Mukim Kueh di halaman Masjid Al-Istiqamah, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (22/03/2025).
Lebih lanjut, Adi Darma menegaskan, MTQ bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi lebih dari itu, menjadi sarana untuk mencetak generasi Qur’ani yang cinta dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ bukan hanya sekadar ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari upaya kita dalam membangun generasi Qur’ani yang cinta dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Kegiatan seperti ini perlu menjadi agenda tahunan atau setidaknya dua tahunan agar keberlangsungannya tetap terjaga dan terus berkembang,” jelasnya.
Terkait prestasi Aceh Besar dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Aceh, ia mengingatkan, Kabupaten Aceh Besar telah beberapa kali meraih juara umum. Walaupun pada MTQ terakhir Aceh Besar hanya mampu finis di posisi kedua, Adi Darma tetap optimis bahwa ke depan, dengan kerja keras dan semangat kebersamaan, Aceh Besar bisa kembali meraih prestasi terbaik.
“Kita patut bersyukur bahwa Kabupaten Aceh Besar selama ini selalu menunjukkan prestasi yang membanggakan dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Aceh. Beberapa kali kita berhasil meraih juara umum. Walaupun pada MTQ terakhir Aceh Besar hanya mampu finis di posisi kedua, kita tetap optimis dan berdoa semoga pada MTQ yang akan datang, dengan usaha dan kerja sama kita semua, Aceh Besar kembali mencatat sejarah sebagai juara umum. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” harapnya.
Adi Darma juga memberikan pesan kepada para peserta MTQ, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum mendapatkan kemenangan. “Kepada para peserta yang telah meraih juara, saya mengucapkan selamat atas pencapaian yang telah diraih. Semoga kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Bagi yang belum mendapatkan juara, jangan berkecil hati dan jangan menyerah. Teruslah belajar dan berlatih, karena kesempatan masih terbuka luas di masa yang akan datang. InsyaAllah, dengan ketekunan dan usaha, kemenangan akan datang pada waktunya,” katanya memberi semangat.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MTQ ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MTQ ini, baik panitia, dewan hakim, peserta, maupun masyarakat yang telah mendukung. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas segala kebaikan dan menjadikan kegiatan ini sebagai amal jariyah bagi kita semua,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Eka Rizkina, dalam sambutannya menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menjaga nilai-nilai Islam dan mengamalkan Al-Qur’an, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. MTQ bukan hanya sekadar ajang tahunan, tetapi juga harus menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Ia juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi anak muda di era digital, di mana akses terhadap pengaruh negatif semakin mudah. “Di zaman modern ini, anak-anak kita sangat rentan terhadap pengaruh negatif dari dunia luar yang dengan mudah diakses melalui gawai di tangan mereka. Ini menjadi tantangan terberat bagi kita sebagai orang tua agar mereka tetap menjadi generasi yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman,” lanjutnya.
Selain itu, Eka Rizkina juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah. “Pemuda yang menjaga keimanannya akan menjadi generasi yang membangun bangsa. Kita berharap ada dorongan dari semua pihak agar pemuda-pemuda kreatif saat ini dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah yang kita cintai, yaitu Aceh Besar,” katanya penuh harap.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyimak tausiyah dari Tgk. Ismail Aceh Selatan yang dinilainya akan memberikan banyak hikmah bagi umat. “Saya rindu mendengarkan ceramah yang insyaAllah akan disampaikan oleh Tengku. Semoga ceramah ini memberikan pencerahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Kadisdik Dayah) Kabupaten Aceh Besar, Abu Bakar SAg, Camat Lhoknga Mukhtar Jacob SSos, para tokoh masyarakat, alim ulama, dan peserta MTQ dari berbagai gampong di Kemukiman Kueh serta ratusan masyarakat.
Penutupan MTQ ke-13 Kemukiman Kueh turut diwarnai dengan tausiyah yang disampaikan oleh Tgk Ismail dari Aceh Selatan, dan pengumuman pemenang serta pembagian hadiah bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik.
Lambaro Juara
Sebagai informasi lainnya, pada MTQ ke-13 tingkat Kemukiman Kueh tersebut, Gampong Lambaro Seubun berhasil mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya. Dengan perolehan 6 juara pertama dari 11 perlombaan dalam berbagai tingkatan, Lambaro Seubun berhak secara permanen atas piala bergilir tersebut.